Apapun Aku
Untuk pagi yang lupa menyapa selamat pagi
Dan untuk matahari yang abadi berdiri di atas langit
Memandangi apa yang tak ada di hari-hariku
Yang hilang diantara luapan asa antara iya dan tidak…
Ada cinta yang melupakan betapa banyak keringat dan air mata untuk tetap tersenyum
Bukan cinta katanya kalau kau tidak tertawa di buatnya
Hanya ungkapan selamat malam yang tidak pernah dan akan terucap di ujung lidah kelu
Diantara jari yang tidak berhenti memencet tuts piano dan keyboard laptop walau hari ku mulai larut
Jam 4 pgi menggigil melawan bosan melawan masa depan hampa penuh omong kosong
Bukan ini yang kulihat dan kata mereka hidup itu bukanlah pilihan tapi bagaimana kau menjalaninya walau harus menangis darah
Tak peduli kalau kau punya jalan pintas, yang meskipun itu ada, semua orang bilang jalan pintas itu tidak ada
Padahal kau merasa, kau menghirup, kau meraba, itu ada
Jadi untuk malam yang lupa mengucapkan selamat malam
Katakan padaku bagaimana cara menina bobo kan dunia
Disaat Nokia berdering jam 4 pagi mentertawakan peluh dan sumpah serapah pada rentetan angka
Sampah marketing dan makroekonomi yang aku sendiri persetan akan arti dan makna
Aku ini seni
Aku ini lantunan simfoni
Guratan acrylic
Dan warna lensa
Aku adalah malam yang tidak menyapa selamat malam
Dan pagi yang meludahi selamat pagi.
Aku ini aku
Yang kata mereka tidak ada
| puisi patah hati | Jun 1, ‘07 1:41 AM for everyone |
Aku sudah tak bisa menangis…
karena sudah tak ada air mata lagi…
aku sudah tak bisa berdoa…
karena sudah tak ada kata lagi…
aku sudah tak bisa berusaha…
karena sudah tak ada kekuatan lagi…
kenapa kamu masih belum mengerti…
apa arti dirimu untukku…
kenapa kamu masih belum sadar…
apa arti hadirmu untukku…
kenapa kamu masih belum melihat…
apa arti KAMU untukku….
bisakah kamu sadar ?? mengerti?? melihat??
apalagi merasa??…
memang aku hanya mondar mandir di depanmu setiap hari…
memang aku hanya jadi teman biasa untukmu..
tapi cobalah sadar, mengerti, lihat, dan rasakan…
apa arti KAMU bagiku…
sudah lah….
aku tak kuat lagi…
maafkan aku kalau aku membisu…
bukan karena aku lelah…
bukan karena santunku hilang…
tapi memang…
hati ini sudah tak mengerti hadirmu…
hati ini sudah mencapai batas untuk terus maju…
hati ini sudah tak bisa lagi menjadi yang terbaik bagimu…
tapi ya biarlah yang berlalu, berlalu…
dan aku akan selalu menunggu di sini dalam kesunyian…
kembali menatapi apa yang harus ku cari…
dan memang ada yang lebih baik untukmu….
Aku
November 5, 2007
Seorang pria lemah
terus mendamba cintamu
Berharap kelak akan kembali
Tak peduli… berapa lama waktu
Harus terbuang tuk sebuah penantian
Menunggu… terasa jauh lebih berarti
Daripada sekedar hidup kosong
Tanpa tujuan
Seorang pria lemah
berusaha slalu mencintaimu
Bukan karena kesempurnaan yang ada
Membutuhkanmu lebih dari
sekedar kesempurnaan yang ternilai
kelak mungkin kau mengerti
meski kau tak harus kembali
Entries (RSS)
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.